Selama ini, tes kesuburan ditakuti oleh perempuan yang berencana punya anak. Hasil yang tidak sesuai hingga prosesnya yang ribet membuat banyak perempuan enggan melakukannya. Padahal, tes kesuburan rahim justru berguna untuk memperkirakan waktu yang pas untuk berhubungan seksual agar cepat hamil. Berikut 4 cara tes kesuburan perempuan yang bisa jadi pertimbangan. 

Bedah Laparoskopi

Bedah laparoskopi adalah salah satu tindakan cek kesuburan perempuan yang tidak membutuhkan operasi besar. Nantinya, akan dilakukan penyayatan sebesar 1 cm untuk memasukkan teropong kamera dalam perut. Karena sayatan hanya kecil, bekas jahitan pun hampir tidak terlihat. Proses penyembuhan juga hanya membutuhkan 1 sampai 2 hari untuk bisa lekas beraktivitas. 

Bedah laparoskopi dilakukan tidak hanya untuk tes kesuburan sebelum menikah, tapi juga membetulkan posisi rahim, atau endometriosis. Selain untuk melakukan pengecekan seputar kebidanan, bedah ini juga salah satu tindakan untuk operasi usus buntu, dan operasi pada lambung. 

USG Transvaginal

Tes kesuburan wanita sebelum menikah yang bisa dicoba selanjutnya adalah USG transvaginal. Ini adalah tes yang dilakukan dengan memfoto organ reproduksi wanita melalui rahim. Bagian yang dilakukan pencitraan adalah organ rahim, indung telur, leher rahim, dan saluran telur. 

Karena memerlukan memasukkan alat seperti tongkat dengan panjang 5 sampai 7 cm ke dalam vagina, test ini termasuk pemeriksaan internal. Lama tes berbeda-beda, tapi berkisar selama 30 sampai 60 menit, tapi hasilnya bisa diketahui dengan cepat. Biasanya, dokter akan merekomendasikan tes ini untuk mendeteksi kondisi apabila terdeteksi kondisi abnormal pada rahim. 

Histeroskopi

Histeroskopi adalah tes kesuburan rahim yang tekniknya tidak terlalu berbeda dengan yang tes kesuburan rahim sebelumnya, yaitu menggunakan alat berupa selang yang fleksibel dan tipis yang pada ujungnya terdapat kamera. Alat ini akan dimasukkan ke dalam rahim untuk melihat kondisi. 

Tes ini juga bisa sekalian mengambil contoh jaringan bila diperlukan. Hal ini berguna untuk mengetahui penyebab pendarahan abnormal di rahim. Biasanya pendarahan saat menstruasi saat menstruasi. Juga, histeroskopi bisa mendeteksi adanya kelainan bentuk rahim, polip, dan fibroid.

Histerosalpingografi atau HSG

Tes kesuburan wanita yang terakhir adalah histerosalpingografi atau HSG. Untuk mengambil foto bagian dalam rahim, tuba fallopi, dan sekitarnya, HSG ini memanfaatkan rontgen. Nah, dari sinilah bisa terlihat kondisi rahim dan sekitarnya secara menyeluruh. 

Berbekal hasil HSG kemudian dokter bisa melihat apakah rahimnya normal atau tidak. Selain masalah rahim yang mungkin menghambat terjadinya pembuahan, HSG bisa jadi alat mengukur kesuburan. Selain itu, HSG menjadi salah satu cara untuk melihat penyebab terjadinya keguguran yang berulang. 

Itu dia 4 cara tes kesuburan rahim yang bisa dilakukan, terlebih jika merasa ada hal aneh yang dirasakan. Dengan begitu, semakin cepat tes dilakukan, semakin cepat juga masalah dalam tubuh diketahui dan diobati.