Sewa meeting room dilakukan jika tidak ada tempat yang memadai untuk menyelenggarakan rapat, kapasitas ruang rapat Anda tidak mampu menampung jumlah audiens yang akan hadir, atau karena sengaja menyewa dengan tujuan cari suasana baru agar lebih fresh. Berikut adalah kesalahan yang sebaiknya dihindari ketika menyewa meeting room jakarta selatan.

Langsung deal tanpa survei

Ada banyak pilihan meeting room jakarta selatan seharusnya Anda melakukan survei. Survei diperlukan supaya Anda dapat membandingkan satu tempat dengan tempat yang lainnya, baik itu dengan harga yang ditawarkan maupun fasilitas yang disediakan. 

Survei ini dilakukan supaya Anda mendapatkan tempat pertemuan yang paling baik dan memiliki kesan yang menyenangkan, tidak membuat menyesal penyewanya, dan harga yang paling sesuai dengan budget yang Anda siapkan.

Tidak mengecek lokasi

Beberapa pekerja memang sibuk dan sulit meluangkan waktu bahkan untuk mengecek lokasi meeting room. Kesalahan yang sebaiknya dihindari selanjutnya adalah tidak mengecek lokasi dan hanya datang ketika waktu pertemuan telah dijadwalkan.

Anda tidak tahu tepatnya dimana lokasi meeting room yang Anda sewa, hanya mengetahui daerahnya saja. Ternyata lokasinya memiliki akses jalan yang sulit dan jarang ada transportasi umum yang dapat menjangkau lokasi tersebut. Maka, Anda perlu cek lokasi sebelum melakukan pembayaran.

Tidak mengecek fasilitas

Kesalahan sewa meeting room jakarta selatan selanjutnya adalah tidak mengecek fasilitas yang ada terlebih dahulu. Ternyata, tempat pertemuan yang Anda pilih banyak fasilitas yang tidak lengkap, ataupun alat-alatnya tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

AC mati, layar presentasi bergaris, stop kontak rusak. Bagaimana Anda bisa mendapatkan suasana rapat yang nyaman jika demikian? Padahal, fasilitas ini akan dapat berpengaruh terhadap keberlangsungan pertemuan. Jika ini terjadi, maka tandanya Anda kurang baik dalam mempersiapkan rencana penyelenggaraan rapat.

Anda juga bisa mengecek fasilitas sebelum dan sesudah digunakan, apakah fasilitas memang rusak dari awal atau karena penyewa yang merusaknya. Hal ini dilakukan guna menghindari biaya ganti rugi fasilitas yang tidak perlu karena ternyata fasilitas tersebut memang sudah rusak sebelumnya.